Senin, 31 Desember 2012

speechless things

All these things make me speechless
nothing to say..nothing to argue..
I take my shoes...run and escape..

make sure, i'll be back.

morning at the downtown
 

Sabtu, 29 Desember 2012

katanya sih 3 Diva

I am writing this, to let you know...how I miss you, gals.. :)

Meskipun masih di Solo sekitar, nyatanya sekarang intensitas bertemu, sharing, dan menggila sudah sangat jauh berkurang dibandingkan saat kuliah dulu. Ya, sekarang mulai bersibuk di dunia masing-masing. Tapi untung saja, kadang ada beberapa moment yang pada akhirnya mengumpulkan kita lagi. Dan satu hal yang pasti dan selalu teralamatkan pada kalian: kangen.

Bu Wati yang super wise, tapi rock n roll dan Anita, chef kucing heboh ini, di tambah saya, si extraorDINARy yang sedikit penindas...wkwkwk. Mixture of complicated characters yang terbentuk di kamar kos Shima yang asik.  Saya bahkan masih inget pertamaaaaa kali menyambangi kos Shima di belakang kampus. Saat itu saya sama sekali g kenal dekat dengan BuWati, just teman sekelas. Siang yang panas itu, semester-semester awal, break kuliah, nunggu jadwal selanjutnya yaitu sore dan masih lamaaa sekali, I got nowhere to go, i got nobody to talk to (kayaknya dulu masih jomblo ini :P). Tiba-tiba saya memikirkan ide gila (as always..hehe) yaitu menyambangi kos temen yang g terlalu akrab, tujuannya sih ben akrab sekalian..*ngeles. dan saya memutuskan BuWati saja deh, then i called her and searched her boarding house. Pake acara tersesat sampe Shima 2 juga :P. (jangan ketawa, BuWati).dan ketemulah Shima Putri. Kamar kos buWati yang pada akhirnya begitu multifungsi sebagai markas kita, persinggahan, tempat makan, tempat curhat, nonton pilem, ngerjain tugas, tidur siang, sampai numpang mandi. hehe. BuWati baik sekali menampung anak-anak terlantar dan terkatung-katung seperti kita (Dins dan Anita -red.)



Surprisingly friends. Ya, terkejut juga..we are friends. Sahabat mungkin lebih puitis. Tapi faktanya memang demikian. Dulu saya berpikir bahwa teman atau seseorang dengan latar belakang dan tingkat pemikiran yang berbeda mungkin tidak akan sejalan dengan apa yag saya pikirkan dan big impossibility untuk jadi sahabat. Tapi, ternyata inilah faktanya. Hanya dengan bumbu pemahaman dan mendengarkan, here we are. Menjadi, sahabat.
Mungkin karena BuWati yang wise yang selalu mendengarkan dan menenangkan, mungkin Dins dan Anita yang meledak-ledak dan dipenuhi ide gila. Mungkin Dinar yang cerdas (hehehe) dan sedikit manja, mungkin Anita yang kreatif, mungkin buWati yang begitu loving...awww. and thanks God, sudah meng-click-kan saya dengan mereka. Alhamdulillah :)

Hey, both of you? Gimana dunia kalian saat ini? saat g lagi mengumpulkan KRS, saat g harus lagi ngejar-ngejar dosen, saat aku g lagi numpang mandi di kosmu BuWati, saat kita g maem bareng di warung kuburan China, saat g ngeJuice bareng, saat g hunting beasiswa bersama, saat g klekaran bersama di kamar 40, dan banyak hal-hal simple yang begitu ngangeni. Tidakkah begitu ngangeni? Tentang semua kejutan, ide gila, kreatifitas tanpa batas, jalan-jalan, makan-makan, touring dan semua cerita hal-hal nggak penting sampai masa depan.

i miss you all so bad. 


katanya sih, 3 Diva..hehe

-Dinz.Nut.Watay-

Jumat, 28 Desember 2012

alas kaki

Saya lagi pengin posting yang ringan-ringan ah..Let's talk about shoes, sandals...alas kaki. 
Yeah..saya suka alas kaki. Bukan kolektor sih, tapi saya memang punya beberapa alas kaki dengan kegunaan masing-masing dan insya allah kepake dan berguna tentu saja. Dengan beberapa model dan kisaran harga yang masih dalam tahap... logis...logis...murah >.<.

Selain melindungi kaki dari kotor, benda berbahaya, dan hewan2 yang suka nemplok di kaki, alas kaki menemani kita melangkah kemanapun, kapanpun dan menggapai apapun yang kita inginkan dan rencanakan. Yup, di sinilah alas kaki memainkan peran hebatnya. Hohoho. 
Bersama-sama membuat sejarah perjalanan hidup. :)
(ini kayak komitmen perkawinan yah..haha)

Quote sedikit ah.. 
“Because the human history is the history of shoes. The history of places where we ever tread and stand.” 
― Stebby Julionatan

Tuh kan.. mas Stebby Julionatan aja sepikiran dengan saya. Shoes are part of one's history. Jadi, nggak ada salahnya mari memperhatikan alas kaki kita, how we care about them. 
Yuk deh...mari kita liat-liat sebentar alas kaki yang menemani saya tiap hari. Monggo.....


Ini sepatu andalan saya untuk acara resmi kantor, assist buyer, rapat, dan yang resmi-resmi lah pokoknya. Dengan heels aman sekitar 5 cm. (lumayan...tambah tinggi dikit hehe). Well, saya suka sekali sepatu ini karena designnya simple dan lucu. Yaa...harganya sedikit lebih tinggi daripada sepatu-sepatu yang biasa saya  beli. Tapii...karena sudah muter-muter se Solo demi hunting sepatu dengan model yang sama dengan harga yang lebih murah, dan akhirnya nggak ketemu. Dan akhirnya saya menyerah, saya menjatuhkan pilihan padanya dan sampai sekarang, tidak pernah menyesal, since these shoes are my favorite :) 

Favorite shoes buat kemana2. Nevada kets putih dengan aksen pink. Jaman kuliah..paling suka dengan kets macam ini. Satu pasang sudah jebol (kakiku boros sepatu rupanya), beli lagi dengan model yang hampir sama. Talinya kadang di ganti-ganti, dan musti tiap minggu nyuci sepatu karena cepat kotor..but overall.. sepatu yang asik buat bergerak, berlari, dan bersibuk-sibuk.  


My orange boot. Yang ini sih agak sedikit jarang saya kenakan karena agak menyolok mata warnanya dan modelnya yang g bisa fleksible di semua acara. dan ini ORANGE euy... beberapa waktu lalu kepikiran untuk punya boots, tiba-tiba saat online, liat sepatu ini di salah satu online shop, dan saya kepincut dengan sedikit akut. hehe. dan entah kenapa, tanpa pikir panjang langsung pilih warna orange ini. Begitu sampai barangnya, eww..lumayan heboh warnanya..but that's okay. lucu sih..tetep. These orange boots biasanya sangat berguna saat perjalanan jauh, apalagi agak sedikit gerimis-gerimis romatis gitu, mantaff...


Sepatuku yang super duper nyaman. Sepatu hasil hunting di Pasar Legi, dan tawar menawar dengan sengit..hehe. Ini sepatu yang sering dieksplotasi untuk jogging, kadang badminton, kadang ke lapangan, ke pengrajin, kadang ke kantor kalau lagi santai, kadang maen juga kalo lagi pengen pake sepatu nyaman. And FYI, ini sepatu sizenya 34, dan tipenya Jazz Kid. Ah..ini kebohongan publik. Masak kakiku ukuran anak-anak?? yang benar saja.. :P

Sleepers favorit saya. Anget dan lembut. oleh-oleh dari Mas Apris dari Surabaya..hehe.. makasih..:*. Sangat-sangat berguna saat udara dan lantai dingin, saat masuk angin.. dan tentu saja, saat manja. Haha.  Si Blue Popeye ini menjaga telapak kakiku jadi hangat...aww... mantap dah pokoknyah. 

Ini jagoan saya, sandal selop karet paling joss, karena enak banget dipakainya. Harga 20rebu di toko sandal  deket kampus. Ayaaayy... jadi kalau lagi pengin santai, kemana2 langsung booking sandal ini.


Ini dia, sang legenda. Sandal Swallow. :D
Sandal karet paling yahud, paling asik, paling gaul, dan paling populer diantara kaum muda masa kini. Apalagi yang doyan dolan-dolan ke masjid, kebon, dan kamar mandi. Perfect! Sandal paling fleksibel dan bersahabat dengan kantong kaum muda yang fluktuatif. hehe. Ini juga sandal paling universal di rumah, karena bisa dipakai siapa aja, Bapak, Ibu, saya, bahkan tetangga. Lho??
Saya masih bertekad hunting sandal swallow warna pink nih. Ada nggak yah?

And this one is my inline skate (tetep pink yaa). Secara saya masih amatir, dan blum banyak tahu seluk beluk tentang inline skate. Maka inilah sepatu roda pertama saya. Hasil menyisakan fee dari 4 hari menjadi Room Caller Volunteer di Asean Paragames 2011 lalu. Berkesan sekali.. meskipun pada akhirnya agak kurang puas karena kualitasnya masi di bawah standar.,dan ada lampu depannya. (huhuhu...isiiin). Tapi apapun itu, rasanya sepatu rodaku adalah identitasku. Jadi ya Dinar dengan sepatu roda pink-nya. hehe. Jadi, mari kita modif2 saja supaya lebih berakselerasi dan sedikit lebih sangar..:D. Mungkin suatu saat beli lagi yang lebih bagus dan berkualitas, tapi si Pinky ini tetep yang paling berkesan. awww...lovely. 

So guys, that's all bout alas kaki saya. Sebenernya masih ada beberapa lainnya,, yang wedges, yang highheels, yang flat shoes, tapi yang beberapa itu adalah alas kaki Ibu yang sering saya invasi. haha. 

Begitulah...saya suka sepatu dan masih seriiiing sekali kepincut apabila melihat sepatu2 yang keren (terutama kets atau sneaker), fiuuh...sadar oii... maka dari situlah saya harus sering-sering menyadarkan diri tentang need akan sepatunya bukannya want ataupun quantity. 

Wear your shoes, dan yuks melangkah bareng. :)


.on my indoor teak-desk.





before you sleep

Dengarkan aku menyanyi macapat malam ini.. meski nggak sebagus pesindhen..tapi nggak apa-apa kan?
Atau mungkin kau ingin mendengar langgam Jawa lagi? atau lagu nina bobo? Apapun yang membuatmu terlelap, terdiam mendengarkan, dan tenang. Bukankah sangat menenangkan melihatmu tertidur perlahan. 

Aku berharap kunang-kunang ikut bergabung, meramaikan sudut-sudut gelap kamarmu bila lampu tidurmu tidak cukup meneranginya. Betapa cantiknya mereka nanti, beterbangan anggun kian kemari membawa kehangatan kecil tetapi nyata. Dan bulan menemani sepanjang malam di balik jendela. Sempurna. 

Jika saja angin bisa menerbangkan serbuk mimpi indah, yaaa... bawalah kesana. Taburkan di atas tidurnya, agar mimpinya indah dan damai. Dan saat membuka mata dipagi hari, senyumlah yang tercipta serta semangat pagi yang membara. Segeralah berselimut, udara memang cukup bersahaabat, tapi selimut ini menjebak hangat tubuhmu, dan menjagamu nyaman sepanjang malam. 

Sleep well.. good night.. 




sorrowful mid night.


Selasa, 18 Desember 2012

the INDOOR TEAK team

Gini nih kalau saya sedang kesambet jin menulis, postingannya langsung jor-joran, padahal bulan bulan sebelumnya nggak posting blog. Hehe.

Oke deh, kemaren di tempat kerja, saya dan teman-teman kerja melakukan foto session untuk  persiapan WGM 2012 (Wisanka Great Meeting 2012). Hasilnya cakeeep…meskipun cuma dilakukan di showroom atas dan tanpa fotografer professional hehe. Nah, saya jadi pengen share deh tentang teman-teman kerja saya.
So, let’s begin , :)

Briefly tentang saya dan Indoor Teak dulu ya.Yak, sejak April 2012, saya officially bekerja di Wisanka (PT. Wirasindo Santakarya) dengan training selama 6 bulan sebagai Junior Furniture Marketing Export. Saya ditempatkan di divisi Indoor Teak. Indoor= dalam ruang, teak=jati. Jadi, Indoor  teak division bergerak di manufacture dan export furniture dari kayu jati untuk penggunaan dalam ruang. FYI, Wisanka punya beberapa divisi selain Indoor Teak yaitu: Outdoor Furniture Division, Wooden Furniture Division, Natural Rattan, Synthetic Rattan, Classic Furniture, Lighting and Craft. Banyak yaah.. :). Dan saya di Indoor Teak, posisi showroom dan factorynya di Kepoh, Ceper, Klaten (Jalan Solo Jogja tu lhoo..)
  



Ini dia team solid Indoor Teak Division.
Menjadi yang paling muda, dan paling single, saya tidak bisa menghindarkan diri dari panggilan “anak ragil” dari para bapak-bapak, mas-mas dan mbak ini. Hyaaa



Mari kita kenalan satu persatu. Dari kiri ke kanan yak: Pak Ferry (KPL Indoor Teak Jepara), Pak Wisnu (KPL Indoor Teak Kepoh), Mas Zakky (marketing), Mbak Wulan (Marketing), Aku ( marketing juga, yang center, karena paling kecil, jadi taroh depan biar kelihatan. hehe), Pak Jun (KPL Indoor Teak Kepoh-HPP Maker), Mas Ari (Koordinator Marketing Indoor Teak), Pak Murwat (KPU Indoor Teak), dan Mas Rulis (marketing). 

singkatannya ini nih:
KPU = Kepala Pelaksana Unit
KPL = Kepala Pelaksana Lapangan
HPP = Harga Pokok Produksi


Oiya, kenapa ada KPL Kepoh dan KPL Jepara? Karena…ITD punya 2 lokasi yaitu di Jepara dan Kepoh. Perluasan business euy.. :D


Formasi lengkap..tapi Pak Jun, segera di tarik untuk Project Local di pusat, dan Mas Ari jadi koordinator di Jepara. Huhuhuhu.. sedih T.T


Working is fun, slogan yang selalu menyemangati kita untuk terus berusaha dan berkarya. 

Pasti bisa!!

dawn to morning


Pagiku yang luar biasa.Pagi yang tidak ingin aku lewatkan, meskipun kesadaranku yang belum penuh masih menggiringku untuk beberapa kali kembali merebahkan diri.Aku menikmati perubahan langit jam 4, jam 5, dan jam 6, dari balik jendela kaca.



Hebat.




Jam 4, langit masih gelap, tapi terlihat begitu anggun, tenang, dan bersiap melepas ketenangannya. Dingin dan berembun menempel di jendela kaca.Lampu-lampu di luar masih menyala, tanda matahari juga masih malu-malu untuk muncul dan memamerkan kemegahannya.. aku kembali tertidur.

Jam 5, sepertinya ada sedikit yang terlewat ketika aku tertidur tadi. Langit kini bertransformasi menjadi biru yang manja, tetap cantik, dan semakin tegas menjadi terang. Udara masih dingin tapi begitu segar, benar-benar menyenangkan. Dan semakin tak kuasa menahan diri untuk tidak tersenyum kagum. Rasanya pengen memaksa pagiku yang malas bangun dan membuka matanya. Tak apalah. Aku menikmatinya. Sejenak mengingat beberapa jam yang telah berlalu sebelumnya. Sepertinya.. aku menghapus air mata, tapi entahlah, apa itu mimpi? atau nyata? Kenapa begitu menyedihkan suasananya.Tetapi yang terekam dengan baik, aku mendapatkan sebuah senyuman dan saya tidak peduli apakah itu mimpi atau nyata.

Jam 6, pagi yang berani, dan matahari yang semakin percaya diri menunjukkan hangatnya. Selalu cantik  dan mempesona. Malam sudah resmi terlewati dan ternyata sudah berganti hari. 



Selamat pagi, inspirasi pagi. 

under the shower

i stand under this shower
let the water drop on my naked back
let it make me calm down

under this shower, 
the water hides my tears with its drops on my face

let me stand under the shower, 
surely, i will ease the burden
as the water will wash away the pain and guilty

under my shower, 
i am gonna be alright..